Rekam Jejak Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Diperiksa Kejagung

Nicke Widyawati, Eks Dirut Pertamina yang Diperiksa Kejagung

Rabu | 7 Mei 2025

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) periode 2018–2024, Nicke Widyawati, untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa, 6 Mei 2025. Pemeriksaan tersebut dilakukan dalam kapasitas Nicke sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina, termasuk di lingkungan subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang mencakup periode antara 2018 hingga 2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, membenarkan pemanggilan tersebut. “Iya, hari ini mulai pukul sembilan pagi,” ujar Harli kepada wartawan melalui aplikasi perpesanan saat dikonfirmasi pada hari yang sama.

Kasus ini mencuat setelah Kejagung menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan minyak mentah dan produk kilang yang dinilai merugikan keuangan negara serta menyalahi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Pemeriksaan terhadap Nicke menjadi salah satu bagian penting dari upaya penyidikan untuk mengungkap keterlibatan berbagai pihak dalam skema dugaan korupsi tersebut.

Siapa Nicke Widyawati?

Nicke Widyawati adalah sosok perempuan yang dikenal sebagai salah satu figur penting dalam dunia korporasi BUMN Indonesia. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018 hingga 2024. Di bawah kepemimpinannya, Pertamina menghadapi berbagai tantangan strategis, termasuk restrukturisasi perusahaan, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta dinamika harga minyak global.

Lulusan Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang energi dan manajemen. Sebelum bergabung dengan Pertamina, ia sempat meniti karier di sejumlah perusahaan besar seperti PLN dan sektor industri lainnya. Di Pertamina, ia awalnya menjabat sebagai Direktur SDM, kemudian naik menjadi Direktur Pengadaan Strategis 1, sebelum akhirnya dipercaya menjadi Direktur Utama menggantikan Elia Massa Manik.

Sepanjang masa jabatannya, Nicke dikenal sebagai pemimpin yang mendorong transformasi besar-besaran di tubuh Pertamina, termasuk pemisahan subholding untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Namun, berbagai kebijakan dan langkah bisnisnya tak lepas dari sorotan, terutama dalam hal transparansi dan tata kelola.

Kini, setelah masa jabatannya berakhir, Nicke Widyawati harus menghadapi proses hukum yang menyoroti kebijakan dan praktik pengelolaan energi nasional selama ia memimpin. Kejagung menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Nicke dilakukan untuk mengumpulkan keterangan guna mendalami dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan Pertamina dan anak usahanya.

Rekam Jejak Nicke Widyawati

Nicke Widyawati adalah sosok yang dikenal luas sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Pertamina. Ia resmi diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-97/MBU/04/2018 tertanggal 20 April 2018. Jabatan tersebut kemudian diperpanjang melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-199/MBU/09/2022 tertanggal 19 September 2022, yang memperkuat posisi Nicke hingga tahun 2024.

Latar belakang akademiknya dimulai dari Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang ia selesaikan pada 1991. Menyadari pentingnya pemahaman hukum dalam dunia korporasi, ia melanjutkan pendidikan dan meraih gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2009.

Sebelum masuk ke Pertamina, Nicke telah meniti karier di PT PLN (Persero), di mana ia menempati posisi strategis seperti Director of Corporate Planning and Renewable Energy (2016–2017) dan Director of Strategic Sourcing and Renewable Energy (2017). Pengalamannya di sektor energi, khususnya dalam bidang energi terbarukan dan strategi perusahaan, menjadi bekal penting dalam perannya di Pertamina.

Pada tahun 2017, Nicke mulai bergabung dengan Pertamina sebagai Director of Human Capital sekaligus menjabat sementara sebagai Acting President Director and CEO. Kariernya terus menanjak hingga akhirnya resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama pada 2018.

Di bawah kepemimpinannya, Pertamina mengalami sejumlah transformasi penting, termasuk restrukturisasi organisasi melalui pembentukan subholding, fokus pada efisiensi, serta dorongan terhadap pengembangan energi baru dan terbarukan. Namun, periode kepemimpinannya juga diwarnai berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, termasuk dinamika harga minyak global, pandemi COVID-19, serta sorotan terhadap akuntabilitas dan transparansi pengelolaan bisnis.

Setelah masa jabatannya berakhir, posisi Direktur Utama Pertamina kini diemban oleh Simon Aloysius Mantiri.

Pemanggilan Nicke oleh Kejagung menandai babak baru dalam penelusuran dugaan praktik korupsi yang diduga terjadi selama masa kepemimpinannya. Meski diperiksa sebagai saksi, keterangannya dinilai penting untuk membongkar skema dan alur tanggung jawab dalam pengelolaan aset strategis negara di sektor energi.

Raih Beragam Penghargaan

Nicke Widyawati adalah figur sentral di dunia BUMN yang dikenal luas atas kepemimpinannya di sektor energi nasional. Ia diangkat sebagai Direktur Utama Pertamina berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor SK-97/MBU/04/2018 tertanggal 20 April 2018, dan jabatannya diperpanjang pada 19 September 2022 melalui SK Nomor SK-199/MBU/09/2022 hingga tahun 2024.

Lahir dari latar belakang teknik dan hukum, Nicke menyelesaikan studi Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1991, lalu meraih gelar Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 2009. Sebelum berkarier di Pertamina, ia menempati sejumlah posisi penting di PT PLN (Persero), termasuk sebagai Director of Corporate Planning and Renewable Energy dan Director of Strategic Sourcing and Renewable Energy.

Kariernya di Pertamina dimulai pada 2017 sebagai Director of Human Capital dan sempat menjabat Acting President Director dan CEO, sebelum akhirnya resmi menjadi Direktur Utama pada 2018. Di bawah kepemimpinannya, Pertamina menjalani berbagai transformasi besar, termasuk pembentukan subholding, efisiensi operasional, dan dorongan terhadap energi baru dan terbarukan.

Prestasi dan Penghargaan

Kepemimpinan Nicke di Pertamina juga membawa berbagai penghargaan bergengsi, baik dari dalam maupun luar negeri. Pada tahun 2023, ia dinobatkan sebagai:

  • Most Powerful Woman 2023 peringkat ke-51 versi Forbes
  • Most Powerful Woman International peringkat ke-67 versi Fortune

Dari lembaga pemerintahan, Nicke juga meraih:

  • Green Leadership Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
  • Perempuan Indonesia Pendorong Inovasi dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Masih di tahun yang sama, ia diganjar serangkaian penghargaan oleh media dan institusi nasional:

  • The Most Influential Women in Energy Transition dari CNBC Indonesia
  • Most Inspiring and Admirable Woman in Energy Sector dari CNBC Indonesia
  • Tokoh Perempuan Pemimpin Bisnis Paling Berpengaruh di Indonesia dari Majalah SWA
  • Penghargaan Dewi BUMN dari Markplus Inc.

Berbagai penghargaan tersebut menegaskan posisi Nicke sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di sektor energi, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.

Kini, seiring dengan proses hukum yang tengah berlangsung, rekam jejak dan kebijakan selama masa jabatannya akan menjadi sorotan dalam penyidikan yang dilakukan Kejagung. Jabatan Direktur Utama Pertamina saat ini telah diemban oleh Simon Aloysius Mantiri.

Pernah Diperiksa dalam Kasus Korupsi Jual Beli Gas

Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, pada Selasa, 6 Mei 2025, dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina, subholding, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk periode 2018–2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa pemeriksaan terhadap Nicke dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengungkapan potensi kerugian negara dalam pengelolaan energi strategis nasional.

Namun ini bukan pertama kalinya Nicke dipanggil oleh penegak hukum. Sebelumnya, ia juga pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kerja sama jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energy (IAE) pada periode 2018–2020. Dalam kasus tersebut, Nicke dimintai keterangan terkait perannya sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina sebelum menjabat sebagai Direktur Utama.

Selain Nicke, KPK juga memanggil sejumlah tokoh penting lainnya dalam kasus yang sama, yakni:

  • AB, Direktur Keuangan Pertamina periode 2014–2017
  • NS, Direktur Keuangan PT PGN periode 2016–April 2018
  • YA, Direktur Gas Pertamina periode 2014–2017
  • DS, Direktur PT PGN
  • WM, Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas)

Dalam rangka pengumpulan alat bukti, KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi penting. Pada 28–29 Mei 2024, tim penyidik menggeledah empat kantor perusahaan dan satu rumah pribadi di Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Kemudian, pada 31 Mei 2024, penggeledahan dilanjutkan ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Penggeledahan ini dilakukan untuk mencari dan menyita dokumen serta barang bukti lain yang relevan dengan kasus tersebut,” ujar Ali Fikri, Juru Bicara KPK, dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Selasa, 4 Juni 2024.

Profil dan Jejak Karier Nicke Widyawati

Nicke Widyawati diangkat sebagai Direktur Utama Pertamina pada 20 April 2018 melalui SK Menteri BUMN Nomor SK-97/MBU/04/2018. Jabatannya kemudian diperpanjang pada 19 September 2022 lewat SK Nomor SK-199/MBU/09/2022, yang mengukuhkan kepemimpinannya hingga tahun 2024.

Pendidikan tingginya dimulai dari Teknik Industri ITB (S1, lulus 1991) dan dilanjutkan dengan Magister Hukum Bisnis dari Universitas Padjadjaran (lulus 2009). Ia sempat berkarier di PT PLN (Persero), sebelum bergabung ke Pertamina sebagai Director of Human Capital pada 2017, dan kemudian naik menjadi Direktur Utama.

Di masa kepemimpinannya, Nicke dikenal mendorong berbagai transformasi besar, termasuk restrukturisasi perusahaan dan peningkatan efisiensi. Meski demikian, sejumlah kebijakan dan keputusan bisnisnya kini tengah disorot dalam dua kasus dugaan korupsi yang sedang diselidiki oleh Kejagung dan KPK.

Deretan Penghargaan Bergengsi

Meskipun kini menghadapi pemeriksaan hukum, nama Nicke Widyawati pernah sangat disorot secara positif di panggung nasional dan internasional. Tahun 2023 menjadi puncak pencapaiannya dengan berbagai penghargaan prestisius, antara lain:

  • Most Powerful Woman 2023 peringkat ke-51 versi Forbes
  • Most Powerful Woman International peringkat ke-67 versi Fortune
  • Green Leadership Utama dari KLHK
  • Perempuan Indonesia Pendorong Inovasi dari Kemenkumham
  • The Most Influential Women in Energy Transition dan
    Most Inspiring and Admirable Woman in Energy Sector dari CNBC Indonesia
  • Tokoh Perempuan Pemimpin Bisnis Paling Berpengaruh versi Majalah SWA
  • Penghargaan Dewi BUMN dari Markplus Inc.

Kini, dengan sorotan hukum yang mengarah padanya, perjalanan Nicke menjadi sorotan publik bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga tanggung jawab atas keputusan strategis yang pernah diambil selama memimpin Pertamina.

Scroll to Top
Scroll to Top