Ada Drone Misterius di Rumah Gubernur Riau Sebelum Kena OTT KPK,Begini Pengakuan Saksi Mata.

Abdul Wahid digiring masuk ke dalam gedung KPK oleh petugas.

Jumat | 7 November 2025

PEKANBARU — Sebuah peristiwa janggal sempat menghebohkan lingkungan sekitar kediaman pribadi Gubernur Riau, Abdul Wahid, di Jalan Wara-wiri RT 1 RW 9, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukitraya, Pekanbaru, beberapa hari sebelum dirinya ditangkap oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11/2025) siang.

Menurut keterangan sejumlah warga, pada malam hari sebelum penangkapan, sebuah drone misterius tampak terbang berputar-putar di atas rumah dua lantai milik Abdul Wahid. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, dan sempat membuat heboh para penjaga rumah yang merupakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Salah satu warga sekitar bernama Lanias menceritakan bahwa drone itu tampak melayang rendah dan berputar beberapa kali di area sekitar rumah sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

“Kejadiannya sekitar jam sepuluh malam. Drone itu terbang di atas rumah Pak Wahid, mutar-mutar cukup lama. Satpol yang jaga langsung keluar, mencoba mencari asalnya. Bahkan sampai mendatangi mes BPK yang jaraknya sekitar seratus meter, tapi mereka juga tidak tahu dari mana asal drone itu,” ujar Lanias, dikutip dari TribunPekanbaru.com, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, drone tersebut tidak hanya melintas sebentar, tetapi sempat menyorotkan lampu ke arah rumah sebelum akhirnya pergi menghilang ke arah yang tidak diketahui. Kejadian itu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga maupun petugas yang berjaga, mengingat tidak ada pemberitahuan resmi tentang penggunaan drone di kawasan tersebut.

Beberapa warga menduga drone itu mungkin digunakan untuk melakukan pemantauan atau pengintaian, meski belum ada konfirmasi dari pihak berwenang. Namun, peristiwa itu menjadi perbincangan hangat, terutama setelah kabar penangkapan Abdul Wahid oleh KPK mencuat beberapa hari kemudian.

Selain kemunculan drone, Lanias juga menambahkan bahwa sebelum penangkapan, warga sempat melihat sejumlah orang tak dikenal berhenti di depan rumah Gubernur Riau itu.

“Ada beberapa kali mobil berhenti di depan rumah, orangnya turun sebentar, kayak ngambil foto dan melihat-lihat ke dalam. Rumahnya memang sedang tidak ditempati,” ujar Lanias.

Rumah pribadi Abdul Wahid diketahui memang tidak selalu ditempati, karena dirinya lebih sering berada di rumah dinas gubernur atau menjalankan tugas di luar kota. Namun, rumah tersebut tetap dijaga oleh beberapa anggota Satpol PP yang bertugas secara bergiliran.

Masyarakat sekitar mengenal Abdul Wahid sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Ia sudah menetap di kawasan tersebut selama lebih dari 15 tahun, jauh sebelum menjabat sebagai gubernur.

“Pak Wahid orangnya baik, sering menyapa warga kalau sedang di rumah. Beliau juga aktif dalam kegiatan keagamaan, bahkan ikut dalam kepengurusan masjid di komplek ini,” tutur Lanias menambahkan.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun KPK mengenai keberadaan drone misterius tersebut. Namun, insiden ini menambah misteri di balik penangkapan Abdul Wahid yang disebut-sebut terkait dengan dugaan kasus korupsi proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Misteri Lokasi Penangkapan Abdul Wahid

PEKANBARU — Penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (3/11/2025) menyisakan sejumlah kisah menarik dan misterius. Tidak hanya soal operasi tangkap tangan (OTT) yang berlangsung di sebuah kafe di Pekanbaru, tetapi juga berbagai peristiwa ganjil yang terjadi beberapa hari sebelumnya, termasuk kemunculan drone misterius di atas rumah pribadinya di Jalan Wara-wiri, Kelurahan Tangkerang Labuai, Bukitraya.

Warga sekitar masih mengingat bagaimana drone itu terbang rendah dan berputar-putar di atas rumah dua lantai milik Abdul Wahid sekitar pukul 22.00 WIB. Kejadian itu sontak membuat heboh para penjaga rumah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka sempat mengejar arah terbang drone, bahkan mendatangi mess Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berjarak sekitar seratus meter, namun hasilnya nihil.
“Drone-nya mutar beberapa kali di atas rumah Pak Wahid, terus tiba-tiba hilang begitu saja,” kata Lanias, tetangga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi, dikutip Rabu (5/11/2025).

Tak hanya itu, beberapa hari sebelum penangkapan, warga juga melihat orang-orang tak dikenal berhenti di depan rumah, memotret, dan tampak mengamati area kediaman yang saat itu tidak ditempati Abdul Wahid.

Penangkapan di Sebuah Kafe Pekanbaru

Kejadian berlanjut pada Senin siang. Tim KPK melakukan operasi di wilayah Pekanbaru dan berhasil mengamankan Abdul Wahid.

“Tim KPK berhasil mengamankan Saudara AW (Abdul Wahid) di salah satu kafe di Riau,” ujar Wakil Ketua KPK Johanis Tanak di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2025).

Meski begitu, informasi mengenai lokasi pasti kafe tempat Abdul Wahid ditangkap masih minim. Penelusuran Tribun Pekanbaru menemukan sejumlah versi di lapangan.

Informasi awal menyebutkan, Abdul Wahid sempat dikejar oleh tim KPK hingga ke sebuah barbershop di Jalan Paus, salah satu kawasan sibuk di Pekanbaru. Lokasi tersebut berada di deretan minimarket, kantor ekspedisi, dan toko kue. Namun, saat tim media mendatangi tempat itu, pintunya tertutup rapat.

Menurut warga sekitar bernama Yanto, bangunan yang dimaksud sudah tidak beroperasi sebagai barbershop sejak tiga tahun lalu dan kini menjadi tempat berkumpul komunitas motor.

“Sekarang sudah jadi tempat nongkrong komunitas motor, kabarnya yang punya orang Pemprov,” kata Yanto.

Namun, Yanto mengaku sempat melihat dua mobil Fortuner hitam dan beberapa pria berpakaian rapi berdiri di depan lokasi tersebut pada hari penangkapan berlangsung.

“Ada dua orang berdiri dekat kedai saya, pakai kemeja rapi, kelihatan nunggu seseorang,” ujarnya.

Dari Barbershop ke Kopitiam Thamrin

Tim Tribun kemudian menelusuri kemungkinan lain. Diketahui bahwa barbershop langganan Gubernur Abdul Wahid sebenarnya berada di Jalan Thamrin, tepat di sebelah Kopitiam Thamrin, salah satu tempat nongkrong populer di Pekanbaru.

Namun, saat lokasi tersebut didatangi, kondisinya juga tertutup. Warga sekitar mengatakan tidak mengetahui adanya aktivitas mencurigakan ataupun penangkapan di area tersebut.

“Dua hari ini Kopitiam dan barbershop-nya tutup terus. Nggak tahu juga ada apa,” ujar salah satu pedagang di sekitar lokasi.

Dengan tertutupnya dua lokasi itu, hingga kini belum ada kepastian di mana tepatnya Abdul Wahid diamankan oleh tim KPK. Namun, pernyataan resmi lembaga antirasuah itu menegaskan bahwa penangkapan dilakukan di sebuah kafe di Pekanbaru, dan setelah diamankan, Abdul Wahid langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.

Kasus Korupsi Rp 2,25 Miliar

Dalam konferensi pers resmi di Gedung Merah Putih, KPK mengumumkan bahwa Abdul Wahid (AW) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi berupa pemerasan dan penerimaan hadiah atau janji.

Ia diduga menerima uang senilai Rp 2,25 miliar dari pihak kontraktor terkait proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dalam kurun waktu Juni hingga November 2025.

Selain Abdul Wahid, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yakni:

  • Arief Setiawan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau
  • Dani M. Nursalam, Tenaga Ahli Gubernur Riau

Ketiganya dijerat dengan Pasal 12e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

“Ketiga tersangka telah dilakukan penahanan. Saudara AW ditahan di Rutan Gedung ACLC KPK, sementara dua lainnya di Rutan Gedung Merah Putih,” jelas Johanis Tanak.

Sosok Abdul Wahid: Dikenal Ramah dan Religius

Bagi warga sekitar rumah pribadinya di Bukitraya, sosok Abdul Wahid dikenal ramah, sederhana, dan aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia sudah tinggal di kawasan itu lebih dari 15 tahun, jauh sebelum menjabat sebagai gubernur.

“Pak Wahid orangnya baik, suka nyapa warga, kadang ikut rapat masjid juga,” ujar Lanias, tetangganya.

Kini, setelah penangkapan dan penetapan status tersangka, rumah dua lantai di Jalan Wara-wiri itu tampak sepi. Penjagaan Satpol PP masih dilakukan, namun aktivitas di sekitar rumah berkurang drastis. Warga hanya berharap kasus ini segera mendapat kejelasan.

Scroll to Top
Scroll to Top