Senin | 5th Oktober 2026
Jakarta — Massa aksi dari kalangan mahasiswa mulai berdatangan ke kawasan depan gerbang utama Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Senin (5/10/2026) siang. Aksi tersebut digelar oleh sejumlah kelompok mahasiswa yang membawa isu pendidikan, khususnya tuntutan agar pemerintah merealisasikan program pendidikan gratis serta memperkuat kesejahteraan tenaga pendidik.
Berdasarkan pantauan di lokasi hingga sekitar pukul 14.50 WIB, massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Se-Jabodetabek dan Banten (BEM SI BSJB) mulai berkumpul di depan gerbang utama Gedung DPR RI. Sebagian peserta aksi terlihat duduk dan beristirahat di sisi barat gerbang sambil menunggu kedatangan kelompok mahasiswa lainnya.
Aksi BEM SI BSJB sebelumnya dijadwalkan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, hingga siang hari, sejumlah peserta masih menunggu rombongan mahasiswa lain yang disebut masih dalam perjalanan menuju lokasi demonstrasi.
Para mahasiswa datang dengan mengenakan almamater dari berbagai perguruan tinggi. Di antara mereka terlihat mahasiswa yang mengenakan almamater STT Terpadu Nurul Fikri serta sejumlah peserta yang menggunakan jas almamater Universitas Indonesia.
Koordinator BEM SI BSJB, Adelia Afifatuzzahra, mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk mengawal janji Presiden Prabowo Subianto mengenai program pendidikan gratis. Menurut Adelia, mahasiswa ingin memastikan gagasan tersebut tidak berhenti sebagai janji, tetapi diwujudkan melalui kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.
“Karena pada hari ini kita melihat janji Bapak Prabowo Subianto untuk menggratiskan pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi, ini merupakan janji yang begitu besar. Sehingga kita dari mahasiswa ataupun Badan Eksekutif Mahasiswa aliansi BEM SI akan terus mengawal isu ini sampai itu disahkan,” kata Adelia kepada wartawan di lokasi, Senin.
Menurut kelompok mahasiswa tersebut, persoalan pendidikan gratis tidak hanya berkaitan dengan biaya sekolah dan kuliah. Mereka juga menyoroti regulasi pendidikan nasional, kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, serta keberlangsungan perguruan tinggi swasta apabila kebijakan pendidikan tinggi gratis diterapkan.
Selain massa BEM SI BSJB, aksi serupa juga digelar oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di sisi timur gerbang utama Gedung DPR RI. Massa LMND terlihat mengenakan atribut berwarna merah dan membawa bendera organisasi.
Mereka juga membentangkan spanduk berukuran besar bertuliskan “Pendidikan Gratis” di area gerbang utama Gedung DPR RI. Berbeda dengan massa BEM SI yang masih menunggu peserta lainnya, massa LMND telah memulai aksi dengan melakukan orasi secara bergantian.
Para orator menyampaikan tuntutan terkait akses pendidikan dan secara bergantian menyerukan yel-yel untuk membangkitkan semangat peserta aksi. Suasana di sekitar lokasi demonstrasi pun mulai dipenuhi suara orasi dan seruan massa mahasiswa.
Meski terdapat aksi di depan Gedung DPR RI, kondisi lalu lintas di Jalan Gatot Subroto pada Senin siang masih terpantau ramai lancar. Kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi maupun arah sebaliknya masih dapat melintas dengan kecepatan normal dan belum terlihat adanya hambatan berarti akibat kegiatan demonstrasi.
Arus kendaraan di ruas Tol Lingkar Dalam Jakarta (Jakarta Inner Ring Road), khususnya jalur Grogol-Cawang, juga terpantau lancar dari kedua arah. Kendaraan pribadi maupun angkutan umum masih dapat bergerak tanpa kepadatan yang signifikan di sekitar kawasan tersebut.
Sementara itu, pagar utama Gedung DPR RI terlihat dalam kondisi tertutup rapat. Di bagian depan pagar juga telah ditempatkan beton pembatas yang memisahkan area gedung dengan lokasi massa aksi.
Dalam aksi tersebut, BEM SI BSJB membawa empat tuntutan utama yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan nasional.
Empat tuntutan BEM SI BSJB tersebut adalah:
- Mendesak pembahasan dan revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) secara partisipatif dan komprehensif.
- Mendesak pemerintah merealisasikan pendidikan gratis.
- Mendorong peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan.
- Menjamin keberlanjutan perguruan tinggi swasta (PTS) dalam penerapan kebijakan pendidikan tinggi gratis.
Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal isu tersebut melalui berbagai langkah, termasuk menyuarakan tuntutan mereka di hadapan lembaga legislatif dan pemerintah. Bagi massa aksi, pembahasan mengenai pendidikan gratis juga perlu mempertimbangkan keberlangsungan sistem pendidikan secara keseluruhan, termasuk kondisi tenaga pendidik dan perguruan tinggi swasta.
Dengan semakin banyaknya kelompok mahasiswa yang berdatangan, kawasan sekitar Gedung DPR RI menjadi pusat perhatian pada Senin siang. Hingga sore hari, massa masih melakukan konsolidasi dan menyampaikan tuntutan masing-masing, sementara situasi lalu lintas di sekitar kompleks parlemen tetap relatif terkendali.


