Selasa | 27 Januari 2026
JAKARTA — Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel “Noel” Ebenezer Gerungan mengaku mengetahui adanya partai politik (parpol) sekaligus organisasi kemasyarakatan (ormas) yang diduga menerima aliran dana dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang menjerat dirinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Noel kepada awak media menjelang sidang lanjutan perkaranya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026). Namun, Noel hanya memberikan bocoran terbatas dan enggan mengungkap identitas pihak-pihak yang dimaksud secara gamblang.
“Clue-nya ya,” kata mantan Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) itu singkat kepada wartawan.
Meski demikian, Noel menolak menyebutkan secara rinci nama partai maupun ormas yang diduga terkait. Bahkan, ia juga enggan mengungkap ciri apa pun, termasuk warna yang identik dengan partai atau ormas tersebut.
“Nggak, saya nggak mau nyebutin dulu. (Warnanya) nggak boleh tahu dong,” ujarnya.
Saat awak media mencoba menggali lebih jauh dengan menanyakan apakah terdapat huruf “K” dalam nama partai yang dimaksud—baik di awal maupun di tengah—Noel kembali memilih untuk merahasiakannya.
“Mau tahu aja lu, ntar,” ucapnya sambil tersenyum.
Noel menegaskan bahwa partai dan ormas yang ia singgung tidak terlibat langsung dalam praktik pemerasan, melainkan diduga menerima aliran dana dari perkara tersebut.
“Alirannya. Bukan terlibatnya. Alirannya,” kata Noel menekankan.
Sebagaimana diketahui, Noel sebelumnya didakwa jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 bersama sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam dakwaannya, jaksa mengungkap bahwa Noel diduga meminta jatah sebesar Rp3 miliar terkait pengurusan sertifikasi tersebut.
Perkara ini masih terus bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, sementara publik menantikan apakah Noel akan membuka lebih jauh pihak-pihak yang disebutnya menerima aliran dana dalam kasus tersebut.


